jelaskan tipe dan tingkatan komunikasi beserta fungsinya
Adabanyak jenis dan cara berkomunikasi. Berikut ini jenis-jenis komunikasi berdasarkan klasifikasi tertentu. Secara garis besar, komunikasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal adalah penyampaian pesan menggunakan kata-kata, baik secara lisan ( oral) maupun tulisan ( written ).
Jelaskantipe atau tingkatan komunikasi beserta fungsinya - 33939434. yanisepti421 yanisepti421 02.10.2020 Biologi Berikut tingkatan komunikasi beserta fungsinya : 1. Komunikasi antarpribadi. Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang terjadi/berlangsung secara tatap muka, antara dua orang atau lebih. Fungsi komunikasi antarpribadi :
Nahberikut kita simak pengertian dan fungsi dari 4 jenis komunikasi, yaitu: 1. Komunikasi Berdasarkan Penyampaian. Menurut cara penyampaiannya, komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu lisan dan tulisan. Komunikasi secara lisan didefinisikan sebagai jenis komunikasi yang terjadi secara langsung atau bertatap muka dengan lawan bicara tanpa ada
PengertianKomunikasi - Dalam kehidupan sehari-hari semua orang pasti melakukan komunikasi.Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam kumunikasi diantaranya adalah berbicara, menulis surat, menelpon, dll. Kata atau istilah komunikasi dalam bahasa Inggris disebut "Communication" yang berasal dari bahasa Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang artinya "membuat kebersamaan
Rencontre Femme De Couleur En France. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Komunikasi adalah hal keseharian yang melekat dalam diri manusia. Dalam segala tindakan komunikasi menjembatani banyak kepentingan manusia. Sehingga tidak heran jika komunikasi adalah ilmu yang sangat multidipliner. Dapat diinterprestasikan dan diterapkan dalam segala lini kehidupan. Lalu seberapa penting komunikasi untuk kehidupan manusia? Dalam pembahasan kali ini, belajar komunikasi akan lebih mudah dipahami dari unsur dasar yang membentuknya yaitu manusia. Supaya lebih mudah, bertahap disampaikan mulai dari pengertian, ruang lingkup, prinsip dasar, dan saat ini masuk dalam tipe-tipe komunikasi. Human communication 1980 membagi komunikasi menjadi 5 macam tipe yaitu1. Komunikasi antar pribadi interpersonal communication 2. Komunikasi kelompok kecil small group communication 3. Komunikasi organisasi organization communication4. Komunikasi massa masa communication5. Komunikasi publik public communicationJoseph de Vito dalam buku Communicology 1982 membagi tipe komunikasi menjadi 4 yaitu 1. Komunikasi antar pribadi2. Komunikasi kelompok kecil3. Komunikasi publik 1 2 3 4 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Perbedaan tingkatan makna dalam komunikasi menjadikan kita tahu bahwa ada dalam berkomunikasi rupanya kita perlu mengetahui tujuan dari proses komunikasi yang akan berlangsung. Komunikasi yang baik pada dasarnya akan menghasilkan makna yang dapat diterima oleh lawan komunikasi kita. Makna di dalam komunikasi juga memiliki perbedaan tingkatan yang menjadikan penting atau tidaknya suatu proses komunikasi akan berlangsung. Artinya, proses komunikasi bisa dibedakan menjadi komunikasi yang bermakna atau hanya sambil lalu saja. Baca juga Teori manajemen koordinasi maknaKonsep awal tersebut kemudian akan kita kembangkan dengan mengidentifikasi sebenarnya apa saja tingkatan dari makna di dalam komunikasi. Ini tentu saja akan membuat pemahaman kita lebih mendalam tentang bagaimana sebuah proses komunikasi yang efektif tersebut bisa berlangsung. Berikut adalah beberapa macam tingkatan dari makna yang bisa ditemukan dalam proses komunikasi pada saat kita berinteraksiMakna LesikalMakna lesikal merupakan tingkatan makna yang bisa kita identifikasi langsung melalui penginderaan kita. Dalam komunikasi, makna lesikal biasanya memiliki pengertian bahwa informasi yang disampaikan dalam proses komunikasi tersebut sifatnya konkret dan bisa diobservasi secara langsung melalui KontekstualTingkatan makna selanjutnya adalah makna kontekstual. Dalam strategi komunikasi efektif ini, makna yang akan ditemukan dari hasil komunikasi akan sangat bergantung dengan konteks pembicaraan yang telah berlangsung. Contohnya adalah kata “kepala”. Kepala bisa dianggap sebagai organ tubuh jika konteksnya sedang membicarakan fisik, sementara kepala juga bisa diartikan sebagai pimpinan GramatikalMakna gramatikal sebenarnya merupakan pengembangan dari makna lesikal. Bila makna lesikal sifatnya adalah konkret, kata per kata bisa diketahui maknanya, maka makna gramatikal tidak demikian. Susunan kata yang utuh baru bisa menghasilkan sebuah makna. Inilah yang dimaksud sebagai makna ReferensialMakna referensial merupakan makna yang didapatkan dari suatu kata yang memiliki nilai rujukan asli dari sesuatu. Seseorang bisa langsung mengidentifikasi makna dari infromasi yang disampaikan begitu mendengar apa yang dimaksud dalam kata-kata DenotatifMakna denotatif adalah tingkatan makna dalam komunikasi yang menjabarkan arti sebenarnya dari sebuah kata. Dalam teknik komunikasi efektif, makna denotatif ini akan sangat dibutuhkan supaya informasi disampaikan dengan cepat dan tidak KonotatifBerkebalikan dengan makna denotatif, makna konotatif memiliki kiasan tersendiri. Sebuah kata dijadikan kiasan untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Umumnya proses ini juga bisa terjadi saat akan menyindir sesuatu. Baca juga Teori interaksi simbolikMakna KonseptualSebuah kata akan memiliki konsep tersendiri yang kemudian jika disampaikan dalam proses komunikasi, kata tersebut akan memiliki makna konseptual. Sebagaimana saat kita mengucapkan komputer, maka ada makna konseptual dari kata tersebut yang diartikan sebagai “perangkat canggih untuk melakukan proses perhitungan dengan cepat, tepat dan akurat”.Makna AsosiatifTingkatan makna asosiatif memiliki pengertian bahwa suatu subjek saat diucapkan mungkin sudah memiliki hubungan dengan suatu pengertian lain. Sebagai contoh saat kita menyebut “ular”, maka ada makna asosiasi atau makna yang berhubungan dengan takut, bahaya dan lain sebagainya. Makna asosiatif dalam komunikasi memberikan hubungan dari beragam ada beberapa macam tingkatan makna dari berbagai macam ahli. Suatu makna dalam komunikasi sering muncul pula dalam proses komunikasi interpersonal. Yang jelas, gambaran di atas sudah cukup untuk menjelaskan bahwa adanya tingkatan makna dalam komunikasi akan menghasilkan prioritas penting tidaknya komunikasi dilakukan.
Dari berbagai definisi komunikasi yang telah dijelaskan pada artikel Pengantar Ilmu Komunikasi, dapat ditarik benang merah berupa karakteristik, fungsi, proses, dan tingkatan proses komunikasi yang melekat pada komunikasi itu sendiri. Etimologi Komunikasi Dalam buku “Human Communication” Person, 2000 10, menyatakan komunikasi berasal dari kata “communicare” yang artinya “untuk membuat kesamaan” atau “untuk berbagi“. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan yang bertujuan untuk tercapainya kesamaan makna. Pesan yang ditransmisikan oleh komunikator dapat berupa bahasa verbal maupun non-verbal. Secara garis besar, komunikasi memiliki 3 karakteristik utama. Diantaranya sebagai berikut. 1. Komunikasi adalah manusia itu sendiri Isitilah komunikasi yang diterapkan selama ini merujuk pada komunikasi yang dilakukan oleh manusia. Dalam proses komunikasi, yang menjadi komunikator pengirim pesan dan komunikan penerima pesan adalah manusia. 2. Komunikasi adalah sebuah proses Komunikasi terjadi secara terus-menerus dan berkesinambungan. Yang artinya bahwa komunikasi merupakan proses transaksional yang terjadi antara komunikator dan komunikan. Kualitas proses tersebut tergantung pada partisipan yang terlibat didalamnya termasuk saluran channel yang digunakan. 3. Komunikasi bersifat simbolis Lambang yang sering digunakan dalam mempresentasikan sesuatu, berbagai ide, berbagai proses, atau berbagai kejadian yang dapat membuat komunikasi menjadi sangat mungkin. Lambang atau simbol yang digunakan menjadi informasi adalah yang dikirimkan dalam suatu proses komunikasi. Sukses tidaknya informasi yang disampaikan tergantung pada komunikator dan komunikan itu sendiri. Baca Juga Pengantar Ilmu Komunikasi30 Macam Teori Komunikasi Menurut Para AhliPengertian Komunikasi Bisnis, Tujuan, Unsur-Unsur, Fungsi, Manfaat Beserta ContohnyaHambatan-Hambatan Komunikasi Pada OrganisasiManfaat Mempelajari Ilmu Komunikasi Fungsi Komunikasi Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan atau informasi dari komunikator dengan tujuan untuk mengubah pengetahuan, opini, keterampilan, perilaku, dan sikap komunikan. Komunikasi dikatan berhasil jika dampak yang terjadi pada komunikan sesuai dengan tujuan komunikasi yang diinginkan. Jadi, dapat disimpulkan komunikasi memiliki fungsi-fungsi yang berguna untuk menunjang tujuan komunikasi. Secara umum, komunikasi terdiri dari 4 fungsi, diantaranya sebagai berikut Menyiarkan Informasi. Komunikasi berfungsi untuk menyiarkan informasi yang dibutuhkan oleh komunikan dengan harapan komunikan dapat mengambil keputusan yang tepat setelah informasi yang dibutuhkan Komunikasi berfungsi mendidik jika pesan yang diterima oleh komunikan berefek pada peningkatan pengetahuan Komunikasi fungsi menghibur saat pesan yang tersampaikan dapat mereaksi hormon kesenangan bagi Komunikasi berfungsi mempengaruhi komunikan jika pesan yang disampaikan kepada komunikan berdampak pada apa yang diharapkan. Proses Komunikasi Saat mendefinisikan komunikasi, perlu kita pahami bahwa definisi terminologi komunikasi tidaklah seragam dan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut tergantung pada konteksnya. Untuk dapat memahami komunikasi sebagai suatu proses, kita harus mengetahui bahwa komunikasi terdiri dari berbagai mekanisme atau fenomena yang dibentuk dari beberapa elemen yang saling berhubungan. Yang kemudian, setiap elemen memberikan semacam output. Elemen tersebutlah yang secara bersamaan membentuk suatu proses. Ada 6 elemen dalam proses komunikasi. Elemen-elemen proses komunikasi tersebut adalah 1. Sumber Source Sumber menjadi dasar yang nantinya dipakai dalam proses penyampaian pesan. Yang dapat dijadikan sumber dalam orang manusia, organisasi, atau bahan literatur dan lain sebagainya. Kredibilitas sumber harus diperhatikan agar pesan yang disampaikan dapat divalidasi. 2. Komunikator Communicator Komunikator adalah individu atau kelompok yang mengirim pesan. Komunikator yang memulai terjadinya proses komunikasi. Kredibilitasan komunikator juga harus diperhatikan, karena faktor “siapa” lebih penting dari “apa” yang disampaikan. Misalnya, ketika kamu ingin berbicara membahas penyakit tulang, maka dokter spesialis tulang adalah pihak yang paling kredibel untuk menjelaskan mengenai penyakit tulang. Yang terpenting adalah komunikator disesuaikan dengan isi pesan. 3. Pesan Message Sebagai elemen terpenting dalam suatu proses komunikasi, pesan adalah informasi yang akan dikirim oleh komunikator kepada komunikan. Pesan dapat disampaikan secara langsung face-to-face maupun melalui saluran atau media tertentu. Pesan yang disampaikan secara langsung bersifat informatif, koersif atau persuasif. Yang dimaksud dengan informatif apabila pesan tersebut menyajikan berbagai keterangan yang didukung oleh fakta dan data yang valid. Pesan yang bersifat informatif cenderung dapat lebih mudah diterima oleh komunikan yang intelektual. Koersif adalah pesan yang bersifat memaksa yang disertai dengan adanya sanksi. Persuasif adalah pesan yang berisi bujukan untuk membangkitkan kesadaran komunikan. 4. Saluran Channel Saluran adalah jalur dimana pesan ditransmisikan dikirimkan dan biasa disebut dengan media. Terdapat 2 media komunikasi yaitu media umum telepon, radio CB, OHP dan lainnya dan media massa radio, film, televisi, pers. 5. Komunikan Receiver/Communicatee/Communicant Komunikan adalah target penyampaian pesan. Terdapat 3 tipe komunikan yaitu orang per orang, kelompok, dan massa. Hal-hal yang menjadi perhatian tentang komunikan dalam suatu proses penyampaian pesan adalah keanggotaan kelompok, proses seleksi, dan kecenderungan. Komunikan terdiri dari orang per orang yang merupakan anggota dalam kelompok tertentu yang terikat dengan segala macam pendiriran yang dianut. Jika suatu pesan disampaikan berbenturan dengan pendirian yang dianut, maka akan menimbulkan penolakan. Secara psikologis orang cenderung untuk memilih atau sepakat dengan sesuatu yang sesuai dengan pendiririan yang dimiliknya. Jadi, pesan yang ingin disampaikan kepada komunikan sebaiknya disesuaikan dengan situasi serta kondisi komunikan. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah kerangka pengetahuan frame of reference dan cakupan pengalaman field of experience yang dimiliki komunikan. Pesan yang dikemas dan disampaikan kepada komunikan harus disesuaikan dengan kerangka pengetahuan serta cakupan pengalaman dari seorang komunikan agar komunikasi dalam berjalan efektif. 6. Efek Effect Efek komunikasi adalah dampak yang dihasilkan dari adanya proses komunikasi. Efek ini bisa berupa terjadi perubahan pengetahuan, sikap atau perilaku. Jika, dampak komunikasi sesuai dengan yang diharapkan maka komunikasi dapat dikatan berhasil. Jika tidak berhasil, maka komunikasi tersebut mengalami kegagalan atau hambatan komunikasi. Secara harfiah, untuk menggambarkan suatu proses komunikasi digunakan sebuah model komunikasi agar mudah dipahami. Tingkatan Proses Komunikasi Dalam buku “Teori Komunikasi Mass” 1987 6-7 Dennis McQuail mengatakan, tingkatan proses komunikasi merujuk pada tingkatan organisasi sosial diman komunikasi tersebut terjadi. Pada setiap tingkatan meliputi permasalahan, serangkaian kenyataan dan teori masing-masing yang digunakan. Dikutip dari dalam masyarakat ada 6 tingkatan proses komunikasi. 1. Intrapersonal Intrapribadi Komunikasi intrepribadi atau intrapersonal self communication adalah proses pengolahan informasi yang didalamnya terdapat sensasi, persepsi, berpikir dan memori. Dalam prosesnya, rangsangan stimulan yang berupa informasi diterima, diolah, disimpan, dan dihasilkan kembali. Proses pengolahan informasi ini berdampak pada pengetahuan, pendapat ataupun sikap. 2. Interpersonal Antar Personal Pada tingkatan proses komunikasi interpersonal, fokus terbesarnya ditujukan pada bentuk wacana, pola interaksi, wujud afiliasi, pengedalian dan hirarki, penetuan norma-norma, pengaruh, penetapan batas dan difusi. Proses informasi dan pada hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial. 3. Intragroup Dalam Kelompok Komunikasi intragroup berfokus pada bentuk wacana, pola interaksi, pengendalian dan hirarki, wujud afiliasi, pengaruh, difusi, penetapan batas, penentuan nor-na-norma. Proses informasi dan pada hubungan timbal balik dengan lingkungan. 4. Intergroup Antar Kelompok Pada komunikasi intergroup, titik beratnya berada pada keterlibatan secara sukarela, interaksi, kerjasama dan pembentukan norma-norma serta standar. 5. Organisasi atau Institusi Pada komunikasi organisasi berfokus pada usaha mengendalikan dan melakukan efisiensi tranmisi, adalah proses komunikasi yang terjadi pada suatu organisasi. 6. Komunikasi Massa Komunikasi masa adalah salah satu proses komunikasi yang cakupannya lebih luas. Komunikasi massa dapat diidentifikasi melalui karakteristik yang khas dari institusionalnya. Komunikasi Sebagai Ilmu Sosial Sebagai salah satu bidang studi ilmu sosia, komunikasi harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Seperti pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Komunikasi Universitas Hawaii, kriteria yang dimaksud adalah berlandaskan pada teori, analisis kuantitatif atau empiris, dan memiliki tradisi yang diakui. Pengetahuan mengenai dasar komunikasi, teori komunikasi, struktur komunikasi serta perkembangan strategi komunikasi untuk tujuan sosial berikutnya sangat diperlukan untuk membuktikan bahwa komunikasi adalah sebuah ilmu Ilmu komunikasi merupakan ilmu sosial yang mencakup komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa, komunikasi antar budaya, dan lainnya. Dengan memahami karakteristik, fungsi, proses dan tingkatan proses komunikasi dapat menambah wawasan dan pengetahuan kamu. Semoga bermanfaat.
Kapanlagi Plus - Sejak dulu kita sudah diajarkan berbagai macam bahasa, mulai dari bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahkan beberapa bahasa asing yang dengan sengaja kita pelajari. Perlu diketahui bahwa Indonesia sendiri mempunyai banyak bahasa daerah, Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Kebudayaan menyebutkan bahwa berdasarkan data terakhir tahun 2017, Indonesia memiliki sebanyak 652 bahasa daerah. Dengan beragam bahasa daerah tersebut, tidak lantas melupakan bahasa nasional yang tetap dipelajari dan bahkan masuk dalam kurikulum pembelajaran sejak di Sekolah Indonesia menjadi bahasa nasional yang digunakan di Indonesia. Penelitian di London School of Science and Technology yang dipimpin oleh Hedvig Skirgard, menyebutkan bahwa bahasa Indonesia masuk dalam peringkat 10 bahasa paling sulit dikenali setelah Kanada, Fiji, Shona, Dinka, Hausa, Tigrinya, Efate Selatan, Dari, dan Maltese. Sejak dulu bahasa menjadi hal penting untuk digunakan dalam berkomunikasi. Dengan menggunakan bahasa manusia bisa berkomunikasi untuk menyampaikan pesan satu sama lainnya. Anwar Arifin yang merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi, menyebutkan bahwa komunikasi adalah jenis proses sosial yang erat kaitannya dengan aktivitas manusia serta sarat akan pesan maupun perilaku. Secara singkat, komunikasi dilakukan dengan tujuan memperoleh kesepahaman di antara kedua belah pihak. Komunikasi menjadi hal penting untuk dipelajari agar menghindari kesalahan dalam komunikasi. Kesalahan apa yang bisa terjadi dalam komunikasi? Salah satu dampak dari kesalahan dalam komunikasi adalah adanya kesalahpahaman dalam menerima pesan dari orang hanya memperhatikan bahasa, intonasi juga sama pentingnya dalam komunikasi. Salah intonasi bisa membuat makna dari sebuah komunikasi menjadi menyimpang. Selain intonasi, pemilihan kata juga bisa mempengaruhi makna komunikasi, misalnya saja ketika kita hendak meminta ambilkan sebuah barang, akan lebih baik untuk menambahkan kata “minta tolong” dalam berkomunikasi agar lawan berbicara kita tidak terkesan maju perkembangan zaman, membuat tingkat komunikasi juga bertambah. Perkembangan bahasa tidak hanya sebatas bahasa Indonesia, misalnya saja di Jakarta yang memiliki bahasa gaul yang saat ini sangat lumrah digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Dengan adanya perkembangan ini, lantas membuat kita harus ikut menyesuaikan diri ketika berkomunikasi dengan orang lain. Jenis bahasa yang digunakan kadang juga ikut menentukan dalam kelompok mana kita akan bergaul, ketika kita memilih untuk ikut bergaul dalam kelompok orang-orang Jawa, maka kita dituntut setidaknya mengerti dasar berbahasa Jawa, hal itu akan membuat orang lain respect terhadap kita. Dengan beragam keunikannya, tahukah kalian bahwa komunikasi mempunyai banyak jenisnya? Nah berikut kita simak pengertian dan fungsi dari 4 jenis komunikasi, yaitu 1. Komunikasi Berdasarkan Penyampaian credit freepik Menurut cara penyampaiannya, komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu lisan dan tulisan. Komunikasi secara lisan didefinisikan sebagai jenis komunikasi yang terjadi secara langsung atau bertatap muka dengan lawan bicara tanpa ada batasan jarak. Misalnya, wawancara maupun percakapan biasa yang dilakukan 2 orang atau lebih yang terlibat. Sedangkan komunikasi secara tertulis merupakan jenis komunikasi yang penyampaiannya dilakukan dalam bentuk tulisan yang dimuat oleh media. Misalnya koran, majalah, surat atau bahkan lewat chat personal atau group. 2. Komunikasi Berdasarkan Tujuan credit freepik Ketika ditinjau berdasarkan tujuan, maka komunikasi dapat dikategorikan menjadi beberapa macam. Seperti pemberian saran, pidato, wawancara, maupun konferensi pers yang dilakukan dengan tujuan untuk mengklarifikasi atau memberi pengumuman atas sebuah berita. Konsep komunikasi semacam ini menekankan bahwa komunikator menjadi faktor penting dalam tujuan tersebut. 3. Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup credit freepik Ketahui juga ketika komunikasi dilihat berdasarkan ruang lingkup, komunikasi bisa dikategorikan menjadi internal dan eksternal. Komunikasi internal merupakan jenis komunikasi yang terjadi dalam ruang lingkup organisasi maupun perusahaan. Contohnya adalah interaksi antar individu yang hanya ada dalam ruang lingkup tersebut. Sedangkan komunikasi eksternal berarti komunikasi yang terjalin antar organisasi maupun masyarakat dalam berbagai macam bentuk. Misalnya, koneferensi pers, pameran, publikasi, siaran televisi maupun bakti sosial. 4. Komunikasi Berdasarkan Aliran credit freepik Komunikasi jenis ini memiliki banyak kategori yang dibentuk berdasarkan alirannya, seperti -Komunikasi satu arah, yakni komunikasi yang berasal dari salah satu pihak saja tanpa ada respon atau interaksi dari pihak lain. Contohnya seperti seseorang yang melakukan kata sambutan. -Komunikasi dua arah, yaitu komunikasi yang mempunyai sifat saling memberikan timbal balik. Contohnya adalah ketika melakukan sebuah wawancara, dimana pewawancara memberikan pertanyaan dan narasumber menjawab pertanyaan, kadang juga diselingi dengan beradu argumen. -Komunikasi ke bawah, yakni komunikasi dari atasan dengan bawahan. -Komunikasi ke atas, yaitu komunikasi yang berasal dari seorang bawahan kepada atasan. -Komunikasi ke samping, yakni komunikasi yang terjalin di antara beberapa orang pada kedudukan setara. Itulah sederet jenis komunikasi beserta dengan fungsinya. Semoga menambah pengetahuan kalian Baca Lagi 7 Jenis Lensa Kacamata Sesuai Kebutuhan dan Materialnya 10 Jenis Bunga Anggrek Paling Favorit di Indonesia, Cocok untuk Budidaya 12 Cara Merias Wajah Secara Natural Beserta Tahapannya, Cocok untuk Pemula! 8 Cara Sit Up yang Benar dan Aman untuk Hasil Maksimal 8 Cara Mengatasi Pencemaran Udara Beserta Upaya Pencegahannya
- Konteks komunikasi memberi kemudahan dalam memahami proses komunikasi yang kompleks. Ada tujuh jenis konteks komunikasi, yakni intrapersonal, interpersonal, kelompok kecil, organisasi, publik retorika, massa, dan lintas budaya. Dalam komunikasi, konteks bersifat situasional. Artinya proses komunikasi dibatasi oleh sejumlah faktor, seperti jumlah orang yang terlibat, umpan balik yang diberikan, jarak antarorang yang berkomunikasi, serta saluran yang itu konteks komunikasi? Pengertian konteks komunikasi Menurut Richard West dan Lynn H. Turner dalam buku Introducing Communication Theory Analysis and Application 2007, dalam komunikasi, konteks diartikan sebagai lingkungan tempat terjadinya proses komunikasi. Konteks komunikasi tidak hanya mempermudah manusia dalam mempelajari proses komunikasi, namun juga menjadi latar belakang bagi para peneliti serta teoretikus untuk menganalisis sebuah konteks komunikasi Ada tujuh konteks komunikasi, yaitu komunikasi intrapersonal intrapribadi, komunikasi interpersonal antarpribadi, komunikasi kelompok kecil, komunikasi organisasi, komunikasi publik atau retorika, komunikasi massa, dan komunikasi lintas budaya. Baca juga Komunikasi Intrapersonal Pengertian dan Tujuannya Berikut ini penjelasannya Komunikasi intrapersonal intrapribadi Dikutip dari buku Pengantar Ilmu Komunikasi 2016 karya Hafied Cangara, komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu, atau proses komunikasi dengan diri sendiri. Contohnya, komunikasi intrapribadi saat mempertimbangkan suatu hal dan mengambil keputusan secara individu. Komunikasi interpersonal antarpribadi Konteks komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara langsung.
jelaskan tipe dan tingkatan komunikasi beserta fungsinya